Salah
satu perusahaan pelat merah, PT Pertani sedang terbelit kesulitan keuangan.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang penyediaan benih
tersebut mengharapkan bantuan pemerintah dalam bentuk PMN (Penyertaan Modal
Negara).
Sekretaris Perusahaan PT Pertani, Rudiyanto mengatakan perusahaan membutuhkan modal untuk meningkatkan omzet penjualan. Untuk saat ini pihaknya masih mencoba melobi perbankan.
Sekretaris Perusahaan PT Pertani, Rudiyanto mengatakan perusahaan membutuhkan modal untuk meningkatkan omzet penjualan. Untuk saat ini pihaknya masih mencoba melobi perbankan.
"Kalau
memang diizinkan (PMN), alangkah baiknya. Karena ini mempengaruhi hidup petani
juga. Tapi kalau tidak dikasih PMN kita akan cari modal sendiri itu melalui
pinjaman perbankan," ucap Rudiyanto Menurut
Rudiyanto, sebelum mendapat suntikan modal, maka perseroan meminta karyawan
untuk mengencangkan ikat pinggangnya dan bersiap atas segala kemungkinan.
"Karyawan
prihatin dulu, dan kita sedang mengusahakan ke perbankan," tegasnya
.Rudiyanto
sedikit bercerita mengenai proyek perusahaan yang saat ini tidak boleh lagi
bergerak dalam subsidi benih. Benih produksi perusahaan sekarang disuplai ke
BUMN lain yaitu SHS (Sang Hyang Sri) yang memberikan benih subsidi kepada
petani
."Ada
regulasi kita tak boleh menangani subsidi benih lagi. Kita saat ini sedang
menyuplai 30 ribu ton benih untuk SHS. Selain itu, kita juga butuh modal untuk
penyediaan gabah," kata dia
.Langkah
awal yang dilakukan perusahaan dalam menangani kesulitan ini adalah dengan
melakukan efisiensi dan memotong tunjangan pegawai. Perusahaan juga menyiapkan
opsi akan merumahkan ratusan karyawannya dalam rangka mengurangi beban
perusahaan.
Posting Komentar