Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya meningkatkan
pelayanan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan
infrastruktur yang dilakukan tidak hanya infrastruktur berskala masif,
tetapi juga berbagai infrastruktur permukiman dan penataan kawasan kumuh
di perkotaan.
“Disamping
pembangunan infrastruktur berskala besar, kami juga memfokuskan pada
pembangunan infrastruktur dasar bagi masyarakat miskin di perkotaan, misalnya
penyediaan air minum, sanitasi, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan
penataan kawasan kumuh,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu
lalu.
Dalam
upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Indonesia, Kementerian PUPR
memiliki program 100-0-100, yakni 100 persen ketersediaan akses air minum, 0
persen kawasan kumuh, dan 100 persen ketersediaan akses sanitasi sehat yang
ditargetkan bisa tercapai pada tahun 2019.
Untuk
mewujudkan 100 persen akses air minum, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta
Karya menargetkan dapat meningkatkan cakupan layanan air minum sebesar 7,2
persen per tahun. Sampai akhir 2016, cakupan pelayanan air minum aman di
Indonesia mencapai 72 persen, baik melalui jaringan perpipaan maupun non
perpipaan.
Daerah
Pantai Utara Jawa Barat merupakan wilayah yang berkembang secara ekonomi maupun
jumlah penduduknya. Namun wilayah tersebut kerap mengalami kekurangan air
bersih akibat kekeringan maupun intrusi air laut. Untuk menambah pasokan air,
Kementerian PUPR membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibukota Kecamatan
(IKK) di 3 kabupaten di berada di Pantura Provinsi Jawa Barat pada tahun 2016
yakni Kabupaten Karawang, Indramayu dan Subang.
Di
Kabupaten Karawang, telah terbangun SPAM IKK Kota Baru yang melayani air bersih
bagi Kecamatan Kota Baru dan Tirta Waluya dengan tambhan 4.000 unit sambungan
atau setara dengan 20.000 jiwa di kedua kecamatan tersebut.
Alokasi
anggaran untuk pembangunannya sebesar Rp12,36 miliar berupa pekerjaan intake,
Instalasi Pengolahan Air (IPA), pemasangan reservoir/water tank berkapasitas
500 m3, pekerjaan bangunan pelengkap, dan pemasangan pipa lengkap dengan
aksesoris dan jembatan pipa.
DI
Kabupaten Subang, SPAM yang sudah ada di Kecamatan Compreng-Pusaka Jaya tidak
mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. SPAM yang bersumber dari sumur tanah
tersebut hanya memiliki kapasitas 5 lt/dt. Untuk itu Kementerian PUPR membangun
SPAM IKK Compreng-Pusaka Jaya kapasitas 50 lt/dt sehingga memperluas dan
meningkatkan cakupan pelayanan terhadap masyarakat di kecamatan tersebut.
Biaya pembangunan
sebesar Rp 13,4 miliar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan adalah pekerjaan
intake, pekerjaan bangunan operasional, instalasi pengolahan air, pekerjaan
reservoir dengan kapasitas 500 m3, bangunan pelengkap dan pemasangan pipa
transmisi lengkap dengan aksesoris dan jembatan pipa.
Sedangkan
di Kabupaten Indramayu, Kementerian PUPR membangun SPAM IKK Sliyeg di Kecamatan
Sliyeg yang memiliki kapasitas sebesar 50 lt/dt dan mencakup pelayanan 4.000
unit sambungan atau setara dengan 20.000 jiwa. Dengan anggaran Rp12,9 miliar
lingkup pekerjaan yang dilaksanakan adalah pekerjaan intake, pekerjaan bangunan
operasional, IPA dengan kapasitas 50 lt/dt, pekerjaan reservoir dengan
kapasitas 500m3, bangunan pelengkap dan pemasangan pipa transmisi lengkap
dengan aksesoris dan jembatan pipa.
Posting Komentar