Tahun 2017 akan diwarnai dengan gelaran pemilihan kepala daerah
(pilkada) yang dilakukan serentak di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta.
Pilkada dijadwalkan akan berlangsung pada 17 Februari mendatang dan saat ini
masih dalam masa kampanye.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tidak menampik kemungkinan
dinamika politik yang akan meningkat menjelang pilkada serentak. Menag berharap
dalam kondisi yang seperti itu, agama bisa menjadi faktor pemersatu.
"Kami di Kemenag sudah mengimbau semua pihak, khususnya yang
di lapangan, penyuluh dan tokoh agama, agar di tengah keragaman politik, etnis,
suku, agama justru dijadikan sebagai yang menyatukan kita," ujar Menag
sebelum memimpin upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-71 di Jakarta,
Selasa (03/01).
"Kita berharap jangan sampai agama justru menjadi faktor
pemecah belah kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air," tambahnya.
Menurut Menag, sebagai bangsa religius, masyarakat Indonesia
sangat menjunjung tinggi nilai agama, terlepas agama apapun yang dipeluknya.
Meski demikian, adanya keragaman pandangan keagamaan juga harus diakui, tidak
hanya antar tapi juga intern umat beragama.
Terkait itu, Menag mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan
titik persamaan pandangan keagamaan, dibanding mempersoalkan perbedaan yang
merupakan sunnatullah. "Yakinlah bahwa di tengah keragaman pandangan
keagamaan, masih jauh lebih banyak titik persamaan," ujarnya.
"Perbedaan dilihat dalam
persepektif, begitulah cara Tuhan untuk memudahkan umat dalam menjalani
syariatnya," tambahnya. Menag berharap, di tengah dinamika kehidupan
masyarakat yang tinggi dan tantangan global yang semakin kompleks, agama tidak
dijadikan sebagai faktor untuk menafikan dan menegasikan sesama yang memang
tidak sama.
Posting Komentar